Showing posts with label Ternak. Show all posts
Showing posts with label Ternak. Show all posts

Cara Budidaya Ayam Broiler Yang Sukses

Inilah Tips Sukses Budidaya Ayam Broiler


  • Kandang Ayam Broiler

Kandang harus memenuhi syarat teknis untuk kesehatan ternak, antara lain : Tidak bocor, ventilasi cukup dan sinar matahari tidak dapat masuk langsung ke dalam kandang. Jarak antar kandang tidak terlalu rapat, minimal antar kandang selebar satu kandang. Saluran air atau pembuangan di sekitar kandang harus lancar. Lantai kandang harus miring ke satu atau dua arah untuk mempercepat proses pembersihan dan mencegah genangan air dalam kandang. Kandang harus kuat dan tahan lama sehingga tidak cepat rusak.  Tidak sekedar itu masih banyak lagi yang harus diperhatikan untuk menciptakan Kandang Ayam Broiler yang Baik.
  • Peralatan kandang

Peralatan kandang keberadaannya sangat penting seperti tempat pakan (feeder), tempat minuman (drinker), pemanas, seng pelindung anak ayam (chick guard), layar / tirai penutup kandang dan alat semprot (sprayer) harus tersedia dalam jumlah cukup. Jika peralatan kurang dari kebutuhan berdasarkan jumlah ayam, maka dapat menimbulkan masalah seperti, berat standar ayam sulit dicapai, jumlah ayam kerdil akan banyak, mudah datang penyakit, gampang mati dan kualitas ayam secara keseluruhan tidak baik.
  • Anak ayam DOC

Anak ayam umur sehari DOC yang baik mempunyai ciri-ciri : bulu kering dan bersih, berat tidak dibawah standar (minimal ± 39 gr/ekor), lincah, tidak mempunyai cacat tubuh dan tidak menunjukkan adanya penyakit tertentu seperti ompalitis, ngorok ataupun pullorum, hal ini dapat dilihat dari kotoran berwarna putih  melekat pada dubur.
  • Pakan Broiler

Pakan yang baik adalah mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh ayam (protein, lemak, abu, serat kasar, energi, vitamin dan asam-asam amino).

Hal ini dapat dilihat dari standar kebutuhan zat-zat makanan pada masing-masing periode pemeliharaan, yang sering terlupakan adalah pakan tersebut harus tidak menyebabkan diare, sebab diare dapat menyebabkan litter menjadi basah sehingga konsentrasi amoniak dalam kandang meningkat, akhirnya menimbulkan penyakit dan problem berat badan.
  • Obat Ayam Broiler

Meliputi antibiotik, vaksin dan vitamin dibutuhkan untuk membantu mempertahankan kesehatan ayam, atau  mengobati ayam bila terserang penyakit.

Pemilihan dan pemakaian obat-obatan harus tepat sesuai kasus yang dihadapi. Oleh sebab itu, diagnosa penyakit tidak boleh salah untuk efektif terapi pengobatan. Obat-obatan ini hanya sebagai pendukung, bukan faktor utama ayam menjadi sehat. Karena, faktor utama untuk menghasilkan ayam sehat adalah sanitasi dan tata laksana pemeliharaan yang benar. Obat bagus dan mahal tidak akan bermanfaat bila sanitasi dan manajemen pemeliharaan buruk. Malah dapat menimbulkan kerugian, karena problem penyakit pada Broiler akan sering muncul dan sulit diatasi dan berujung pada biaya produksi tinggi.
  • Manajemen pemeliharaan

Faktor-faktor diatas dapat berfungsi dengan baik bila manajemen atau tata laksana pemeliharaan dijalankan dengan benar. Manajemen yang baik akan meningkatkan efisiensi produksi, sehingga memperkecil beban pengeluaran.
  • Pemasaran Hasil Usaha Ayam Broiler

Pemasaran tidak dapat diabaikan dari keberhasilan suatu usaha. Akan sia-sia kerja baik apabila pemasaran broiler dilakukan kurang rapi dan rencana yang baik. Pemasaran yang baik adalah tepat waktu, memakan waktu singkat dan harga jual tinggi, tentu saja mengikuti harga pasar.

Faktor ketepatan waktu dan lama proses pengangkatan ayam dari kandang sangat penting. Pemasaran terlambat walau hanya satu atau hari saja, akan memperbesar biaya produksi terutama untuk pakan. Sedangkan proses transportasi ayam dari kandang berlarut-larut akan menimbulkan stres pada ayam sehingga resiko kematian ayam.

Cara Berternak Ulat Kandang Yang Sukses Simple


Beberapa hal yang harus dilakukan untuk membudidayakan ulat kandang yang pertama adalah persiapan tempat. Tempat yang akan digunakan untuk budidaya ulat kandang adalah dengan menggunakan kotak yang biasa dibuat dari kayu dan triplek. Pemilihan bahan ini dikarenakan ulat tidak suka dengan udara yang panas, kayu dan triplek cenderung lebih pas suhunya dibandingkan dengan kandang dari plastik. Ukuran kotak sebaiknya kurang lebih sekitar 1 meter persegi. Setelah kandang siap, selanjutnya masukkan induk atau kepik sebanyak 1kg.

Untuk memilih induk, peternak bisa membeli dengan mudah induk dari ulat kandang. Budidaya ulat kandang dengan memilih induk yang baik akan menghasilkan banyak ulat kandang. Selanjutnya yang harus dipersiapkan adalah media untuk tempat tinggal ulat kandang. Media yang digunakan adalah polar sebanyak 5kg. Polar adalah sejenis dedak hasil dari gandum yang digiling. Dalam membuat kotak, sebaiknya tidak hanya satu agar jumlahnya ulat yang dihasilkan lebih banyak. Setelah itu siapkan media sebagai tempat bertelurnya ulat kandang yaitu sabut kelapa diatas polar.

Makanan yang digunakan dalam budidaya ulat kandang sangatlah sederhana dan murah. Anda bisa menggunakan papaya, ubi, atau bengkoang dan masih banyak lagi makanan dari alam yang sangat mudah ditemukan sebagai pakan ulat kandang tersebut. Pepaya yang digunakan sebagai pakan ulat kandang adalah papaya mentah karena texturnya masih keras. Untuk menutrisi ulat kandang, anda bisa menambahkan konsentrat agar ulat tumbuh sehat dan gemuk. 

Setelah induk menghasilkan banyak telur, biarkan ulat menetas dan kemudian anda bisa memisahkan ulat kandang indukan dari para telur yang sudah menetas selama. Usia ulat yang sudah berumur 10 hari setelah menetas harus dipisahkan dengan, menggunakan ayakan. Budidaya ulat kandang tidaklah sulit. Pemisahan dengan ayakan kecil akan mempermudah proses pemisahan. Seletah indukan terpisah dari anakan, anda bisa memindah indukan pada kotak yang baru agar mereka bisa bertelur kembali. Pemanenan bisa dilakukan setelah ulat berusia 20 hari setelah menetas. Proses pembudidayaan ulat kandang sangatlah mudah dan tidak memerlukan banyak modal. Hanya dengan ketekunan dan kesabaran sedikit maka anda bisa menghasilkan uang dengan ulat kandang ini. Pemeliharaan hingga pemanenan ulat kandang tidak memerlukan waktu yang lama. Anda bisa menjual ulat kandang dengan mempromosikannya pada peternak burung atau pada konsumen yang suka dengan dunia kicau.

Cara Berternak Blacktroat Yang Sukses


Blackthroat merupakan salah satu jenis burung kicauan yang berasal dari spesies Fringilidae. Kita lebih mengenal burung semacam ini dengan burung kenari. Karakteristik fisik dari burung ini yaitu warna hitam pada lehernya yang membuatnya nampak berdasi jika dilihat sekilas. Jika anda ingin menjadi peternak blackthroat atau berkecimpung dalam budidaya blackthroat, anda harus mengetahui hal-hal mendasar tentang burung itu. Salah satu karakteristik burung ini yaitu burung ini bersifat poligami. Dalam kasus penangkaran hal ini tentu menguntungkan karena penghematan stok jantan sebagai induknya. Berikut kami akan menguraikan cara budidaya blackthroat yang cocok anda terapkan untuk bisnis penangkaran anda.

Berikut ini adalah cara berternak blacktroat yang sukses

Pemilihan induk yang benar merupakan salah satu faktor penting kesuksessan budidaya blackthroat. Anda perlu mengetahui kriteria umum calon induk entah itu jantan maupun betina di dalam budidaya blackthroat. Kriteria tersebut di antaranya sehat, tidak cacat, mulus, memiliki sorot mata tajam, lincah, dan sudah dewasa secara umur. Baik itu jantan maupun betina, blackthroat akan dewasa kelaminnya ketika berumur 6-8 bulan. Masa penjodohan disarankan ketika kedua burung berumur 1 tahun agar organ reproduksinya matang secara sempurna. 

Selanjutnya, kita akan beralih ke perawatan induk ketika dalam penangkaran. Setiap budidaya blackthroat tidak boleh melewatkan perawatan dalam penangkaran. Perawatan harian bagi induk mekanismenya hampir sama seperti perawatan harian blackthroat di rumah. Makanan utama yang dibutuhkan yaitu sayuran, biji-bijian dan beberapa macam makanan tambahan. Jika anda ingin membuat makanan biji-bijian bagi blackthroat anda formulanya yaitu: Jewawut: 40%, Cannary seed: 35%, Biji lobak: 3%, Niger seed: 2 %, Biji sawi:5-10% dan Millet: 5-10%.

Masalah-masalah Umum beserta Solusinya

Di sisa bagian artikel ini kami akan menguraikan permasalahan yang terjadi dalam budidaya blackthroat. Yang pertama yaitu sulitnya burung agar mau berjodoh. Solusi dari masalah ini yaitu dengan cara menjodohkan blackthroat di kandang yang telah diberi pemisah atau sekat dan tangkringan yang sejajar. Sekitar 1-2 minggu setelahnya, sekat bisa diangkat sedangkan burung akan lebih cepat berjodoh. Permasalahan kedua yaitu induk jantan kerap mengacak-acak sarangnya. Solusinya yaitu dengan menyiapkan satu sarang pengganti selain yang sudah dipakai induk betina. 

Permasalahan ketiga yang umum terjadi dalam budidaya blackthroat yaitu seringnya induk betina membuang telur. Faktor penyebabnya bisa saja berasal dari gangguan suara berisik burung lain atau burung jantan sekitar sarangnya. Hal ini dapat diatasi dengan memisahkan burung jantan atau burung lainnya yang berada di sekitar kandang penangkaran. Ini semua akan menciptakan suasana tenang yang diharapkan demi kenyamanan induk betina. Permasalahan terakhir yang diuraikan dalam artikel ini yaitu ketidakmauan induk mengerami telur. Solusinya yaitu dengan memindahkan burung jantan dan kemudian dikawinkan dengan burung betina yang lain.

Cara Berternak Jangkrik Yang Sukses

Beternak jangkrik merupakan salah satu usaha ternak yang terbilang cukup menjanjikan. Peluang usaha ternak jangkrik dewasa ini bisa dikatakan tengah naik daun. Pasalnya permintaan akan berbagai jenis jrangkrik semakin hari semakin meninggi.


Sebut saja para pecinta dan peternak burung yang setiap harinya membutuhkan jangkrik sebagai pakan dari burung yang mereka pelihara. Selain itu masih banyak lagi sektor usaha yang memerlukan banyak jangkrik untuk mendukung keberlangsungan usahanya.

Selain karena tingginya permintaan dan masih sedikitnya suplay jangkrik, peluang usaha ini juga menghasilkan profit yang menggiurkan.Untuk satu kilogram jangkrik bisa dihargai antara 40 sampai 50 ribu rupiah. Bisa dibayangkan jika peternak jangkrik bisa menghasilkan seratus kilogram setiap harinya.

Untuk mencoba beternak jangkrik tidak memperlukan modal yang tinggi. Peluang keberhasilannya juga bisa mencapai 90 %. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin melakukan budidaya atau ternak jangkrik. Salah satunya adalah lokasi.

Lokasi untuk budidaya jangkrik haruslah tenang, jauh dari kebisingan, teduh, serta mendapat sirkulasi udara yang baik. Selain itu lokasi ternak juga tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Dan yang paling penting adalah bebas dari jangkauan predator jangkrik seperti ayam.

Berikut adalah tahap-tahap budidaya jangkrik.
  • Persiapan Sarana Budidaya

Untuk memulai beternak jangkrik, tentunya harus memiliki kandang terlebih dahulu. Pembuatan kandang harus memperhatikan setting lokasi seperti yang telah disebutkan tadi. Kandang jangkrik pada umumnya berbentuk kotak dengan panjang 120 sampai 200 cm, lebar 60 sampai 100 cm, dan tinggi mencapai 30 hingga 50 cm.

Kandang bisa dibuat menggunakan bahan kayu ataupun triplek yang dibuat bertingkat. Usahakan untuk memberi kaki-kaki pada kandang untuk menghindarkan dari jangkauan semut dan pemangsa lainnya.
  • Pembibitan

Setelah kandang siap, bisa langsung dilanjutkan ke tahap pembibitan. Untuk memulai beternak, bisa membeli bibit indukan melalui peternakan. Usahakan untuk memiliki bibit yang memiliki kondisi prima, tidak cacat, dan memiliki umur antara 10 sampai 20 hari.

Saat melakukan pembibitan usahakan untuk melakukan perawatan yang ekstra mulai dari makanan hingga suhu kandang. Jangkrik sendiri memiliki sifat kanibal, oleh sebab itu jangan sampai kurang atau telat memberi makan. Bisa-bisa jangkrik saling memakan satu sama lain.

Untuk menunjang produksi telur indukan jangkrik, bisa ditambahkan beberapa makanan seperti bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, dan kuning telur bebek. Selain itu jangkrik biasa bertelur di dalam pasir. Jadi jangan lupa sediakan pasir di wadah kecil berbentuk seperti piring dan letakkan dalam kandang.
  • Perawatan

Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa perawatan jangkrik harus sangat diperhatikan mulai dari makanan sampai dengan suhu dan kelembaban udara dalam kandang. Hal tersebut harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan produktifitas jangkrik itu sendiri.
  • Pemberian Pakan

Pemberikan pakan jangkrik usia 1 hingga 10 hari dari pakan ayam yang terbuat dari beras merah, kacang kedelai, dan jagung kering yang telah dihaluskan. Setelah lewat dari usia tersebut, jangkrik bisa diberi makan jagung muda dan sayur-sayuran.
  • Panen

Panen jangkrik dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Maksudnya, peternak bisa memanen jangkrik di usia yang muda jika memang pasar membutuhkan jangkrik muda, begitu juga sebaliknya. Selain jangkrik, peternak juga bisa mendapatkan keuntungan lain dari telur jangkrik yang bisa didapat. Harga jual telur jangkrik juga sama mahalnya dengan jangkrik dewasa.

Cara Berternak Cacing Sutra Yang Sukses

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah persiapan bibit. Bibit cacing sutra bisa dibeli atau ditangkap dari sungai atau sawah. Namun, kebanyakan petani memilih untuk membeli bibit cacing sutra di pasar sebab lebih praktis. Setelah dibeli, bibit cacing sutra ini harus dikarantina selama kurang lebih 2 hingga 3 hari menggunakan air bersih yang terus mengalir dengan debit yang kecil. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan bakteri patogen yang mungkin menempel dalam tubuh cacing.


  • Pembuatan media tumbuh cacing sutra

Selanjutnya, Anda bisa menyiapkan habitat atau media tumbuh cacing tersebut. Anda bisa menyiapkan kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter persegi. Kubangan ini harus dibuat lengkap dengan saluran air, baik keluar maupun masuk. Kemudian di setiap kubangan, buatlah petakan dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 10 cm (tinggi). Kemudian antar petakan diberi lubang dengan jari-jari 0,5 cm.

  • Pemupukan lahan dan pembuatan pakan

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya cacing sutra ini adalah pemupukan. Cara ini dimaksudkan agar cacing dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan lebih optimal. Caranya adalah dengan menyiapkan pupuk kandang atau ampas tahu. Ukuran ampas tahu adalah 200 hingga 250 gram per meter persegi, sedangkan pupuk kandang 300 gram per meter persegi. Jika Anda ingin membuat pupuk sebagai pakan, ikuti langkah di bawah ini;

Siapkan kotoran ayam lalu jemur hingga kering dan gas beracunnya hilang selama kurang lebih 6 jam
Siapkan EM4, gula pasir dengan air. Campurkan menurut ukuran 4 ml EM4 dengan 300 ml air plus ¼ sendok makan gula pasir. Lantas diamkan selama 2 jam.
Masukkan cairan pada poin dua ke dalam kotoran ayam. Untuk ukuran di atas, digunakan 10 kg kotoran ayam
Jika sudah tercampur, tutup rapat dan biarkan selama 5 hari dengan tujuan agar fermentasinya dapat berjalan sempurna
  •  Fermentasi lahan

Lakukan fermentasi pada lahan dengan merendam lahan hingga 3 sampai 4 hari menggunakan air setinggi 5 cm saja.

  • Cara benar menebarkan bibit cacing sutra

Kemudian, jika semuanya sudah siap, Anda bisa menebarkan bibit sutra ke dalam lahan dan selama perawatan, usahakan mengaliri air dengan debit yang lambat. Bisa menggunakan 2 hingga 5 liter air per sekon.

  •  Makanan cacing sutra

Anda perlu tahu pakan untuk cacing sutra, yakni bahan organik yang sudah bercampur dengan sedimen atau lumpur yang ada di dasar lahan (perairan).

Cara Berternak Kacer Sukses Mudah Simple

Langkah dan cara ternak kacer banyak diminati oleh penyuka burung berkicau. Tujuannya bermacam-macam, ada yang ingin membudidayakannya untuk dijual sebagai usaha rumahan, namun ada juga yang hanya bertujuan untuk hanya memilikinya saja. Terlepas dari apa tujuan Anda mengembangbiakkan burung kacer ini, kami akan mengulas cara mudah dan terbaik untuk membudidayakannya. Keuntungan pun bisa melimpah jika Anda menerapkan cara ini dengan benar.

Memilih induk kacer


Sebelum menernak kacer, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan memilih induk kacer. Berikut kriteria yang baik untuk induk kacer Anda;

Induk jantan

Berikut adalah kriteria untuk induk jantan;
  • Rajin berkicau
  • Usia sekitar 10 bulan, usia lebih dari 10 bulan biasanya siap dikawinkan
  • Tidak cacat secara fisik
  • Lincah dalam gerakan
Induk betina

Kriteria untuk induk betina sebagai berikut;
  • Hasil penangkaran dan jinak
  • Usia lebih dari 1 tahun
  • Tidak cacat fisik

Selain kriteria di atas, lebih baik Anda menemukan induk betina dan jantan yang serasi fisiknya, cari yang besar dan panjang.

Kandang

Dalam membuat kandang, sebaiknya disesuaikan dengan ukuran burung. Sebaiknya dibuat lebih luas agar gerak burung kacer tidak terbatasi. Mereka pun lebih leluasa untuk bergerak di dalam kandangnya. Selanjutnya, di dalam kandang tersebut seharusnya ada tempat minum, tempat mandi, tangkringan, tempat pakan. Anda juga bisa menambahkan tulang sotong dan tumbuh-tumbuhan.

Penjodohan

Cara ternak kacer selanjutnya adalah dengan menjodohkan kacer. Langkah untuk menjodohkan kacer, Anda bisa melakukan cara di bawah ini;
  • Masukkan induk jantan terlebih dulu ke dalam kandang
  • Kemudian masukkan induk betina ke dalam kandang
  • Lihat apakah induk saling rukun dan tertarik

Hal ini ditandai dengan jantan yang agresif dan betina yang berkicau (merespons)
Sebaliknya, jika betina cuek dan menghindar, berarti belum ada respons positif dari induk betina

Pengeraman Telur

Jika induk betina dan jantan sudah kawin, maka kini saatnya Anda menunggu proses selanjutnya yakni pengeraman telur oleh induk betina. Proses pengeraman ini biasanya dilakukan selama 2 Minggu. Bisa lebih tergantung dari induk betina yang mengerami dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Jangan lupa untuk menghindarkan tempat pengeraman dari gangguan dari binatang lain seperti kecoa, anjing, semut, hingga tikus dan kucing atau parasit lainnya. Baca juga cara budidaya dan ternak lainnya Ikan Gurame.

Meloloh



Jika anak kacer sudah berusia 5 hingga 10 hari, Anda bisa menyapihnya. Pakan yang disukai anak burung  kacer adalah kroto, jadi sebaiknya, 2 hari sebelum menetas, Anda menyiapkan kroto untuk pakan mereka. Jika usianya sudah di atas 7 hari, Anda bisa mencampurkan kroto dengan voor.

Cara Ternak Pleci Sukses Simple

Persiapan Kandang




Sebelum sepasang pleci dijodohkan, kita harus menyiapkan kandang breeding dengan kondisi yang sesuai dengan habitat burung pleci tersebut. Bahan kandang bisa menggunakan kawat kasa, kayu, tembok atau paduan dari ketiganya.  Dinding samping dan belakang berupa tembok dan depan berupa kawat kasa sehingga kondisi dalam kandang bisa dilihat dari luar. Sementara atapnya terbuat dari asbes. Pintu keluar masuk diletakkkan di sisi depan atau menempel pada dinding kawat kasa. Sedang dasar kandang tetap berupa tanah agar kondisi kandang bersifat alami. Kandang breeding tersebut dibuat dengan ukuran 1 m X 2 m dan tinggi 2 m.

Usahakan  diberi tanaman dalam pot agar kelihatan alami sehingga pleci akan merasa nyaman berada di dalamnya dan seakan berada di alam tebuka. Tanaman itu diupayakan penuh percabangan dan berdaun rimbun. Dalam kandang juga harus disediakan tempat mandi seperti bak kecil yang selalu diisi air sepanjang waktu, mengingat pleci memang suka mandi. Bak ini cukup diletakkan di alas kandang.

Kotak tempat sarang juga disediakan dan diletakkan di salah satu sudut atas kandang. Kotak dibikin dari triplek dengan ukuran 40 cm x 30 cm dan tinggi 30 cm. Pada kotak tersebut diberi lubang untuk keluar masuk pleci. Di bagian dasar kandang perlu disediakan daun pinus kering sebagai bahan sarang. Nanti kalau pleci betina tersebut sudah mendekati masa bertelur akan mengambili daun-daun kering tersebut untuk dibikin sarang dalam kotak. Di dalam kandang breeding juga perlu disediakan beberapa cepuk untuk tempat pakan.

Penjodohan Pleci

Pleci jantan dan betina tidak langsung dimasukkan ke dalam kandang breeding untuk menjodohkannya. memulainya dengan mengenalkan dua induk pleci tersebut dalam sangkar tersendiri. “ Awalnya pleci jantan dan betina dimasukkan ke dalam sangkar senndiri-sendiri. Kemudian kedua sangkar itu dekatkan agar kedua burung di dalamnya saling mengenal dan terpikat. Kedua sangkar tersebut dibiarkan berdekatan (merapat) hingga seminggu lamanya. Rentang waktu dua minggu itu, pleci jantan dan betina mengalami puncak birahi. “ Terhitung setelah 1 minggu itu, pleci jantan dan betina dimasukkan ke dalam kandang breeding secara bersama-sama.

Mengingat keduanya sudah mengenal dan mengalami masa birahi, maka  langsung berdekatan hingga melangsungkan perkawinan secara alami. Kalau sudah demikian, pleci sudah dipastikan berjodoh dan siap-siap memasuki masa bertelur.

Masa bertelur,




Pleci jantan dan betina mulai sibuk membuat sarangnya. Daun-daun pinus yang disiapkan di dasar kandang diangkut ke dalam kotak untuk kemudian dibuat sarang. Berikutnya pleci betina bertelur dalam sarang tersebut. Dalam setiap perkawinan, pleci betina bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur-telur itu kemudian dierami selama 12-14 hari. Terhitung waktu demikian, telur-telur tersebut akan menetas. Setelah menetas, pleci akan memberikan makanan pada anak-anaknya berupa ulat kecil, jangkrik kecil dan lain-lain. Sebab itu, dalam wadah pakan harus selalu disediakan pakan yang sudah ditentukan karena selain untuk dimakan sendiri oleh sang induk, juga untuk menyuapi anak-anaknya.


Usahakan  induk jangan  berlama-lama mengasuh anak-anaknya. Anakan umur 6-10 hari didekapan induknya, sudah dipisah seraya dipindah ke sangkar tersendiri. Hal ini dimaksudkan agar induk bisa melakukan perkawinan lagi seraya berproduksi. Sementara anak-anaknya diasuh sendiri dan diberi pakan dengan cara dilolohkan.

Tips Sukses Budidaya Ikan Gurame





Salah satu ikan yang berpotensi  untuk di budidayakan adalah ikan gurame.  Ikan gurame di Indonesia sangat digemari karena kualitas dagingnya yang empuk, tebal dan tentunya enak. Ikan gurame dengan harga yang cukup mahal sangat sebanding dengan umur budidayanya yang cukup lama, ikan ini menjadi santapan papan atas jenis ikan air tawar mengalahkan ikan nila dan mujair.  Dalam proses budidaya ikan gurame tentunya ada teknik tersendiri untuk ikan gurame yang di budidayakan tersebut bisa cepat besar dan cepat di panen.

Berikut cara untuk budidaya ikan gurame agar ikan bisa tumbuh besar dengan cepat.

Media

Budidaya ikan gurame agar  cepat besar tentunya harus memperhatikan kolam dan air untuk media budidaya. Usahakan kolam tidak tertutup oleh atap ataupun pohon pohon yang rindang, kolam terkena sinar matahari langsung agar air bisa berwarna hijau mengandung banyak alga hijau dan plankton air seperti habitat asli ikan gurame. Ikan gurame sangat cocok di budidayakan di dataran rendah dengan suhu 25-28 derajat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk dibudidayakan di  dataran tinggi. Agar ikan gurame cepat besar yang pelu di perhatiakan pertama tentunnya letak kolam yang terkena sinar, warna air hijau dan suhu berkisar 25 28 derajat.

Bibit




Dalam budidaya ikan gurame sangat berbeda sekali dengan budidaya pendederan ikan gurame, dalam segmen pembesaran benih yang kita beli kurang lebih berbobot seratus gram dengan umur pada segmen pendederan sudah berjalan satu tahun lamanya.  Perlu diperhatikan pula kesehatan bibit tersebut, tidak ada yang terkena jamur dan luka. Dengan demikian Anda akan lebih cepat dalam proses pembesaran ikan karena ikan sehat dengan ukuran sudah agak besar lebih mudah untuk dipelihara. Tingkat kematian bisa di minimalisir dan ikan siap dipanen saat berat berkisar lima kali lipat dari berat awal tebar atau sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Air

Sebelum bibit gurame di tebar tentunya air harus di persiapkan terlebih dahulu, buat air didalam kolam beton, tanah maupun terpal menjadi seperti habitat asli ikan gurame. Persiapan air kurang lebih memakan waktu satu minggu, dilakukan dengan cara pemupukan air atau aplikasi probiotik untuk mempercepat pertumbuhan plankton serta biota air lainnya di dalam kolam. Ketika air sudah berwarna hijau, plankton dan biota air lainnya tumbuh di air itu ditandakan air sudah siap untuk di tebar bibit gurame.

Benih

Usahakan penebaran dilakukan di pagi hari sebelum jam 9 pagi, dilakukan adaptasi air dulu sebelum bibit di masukkan di kolam. Adaptasi dilakukan dengan cara memasukkan tong tempat bibit gurame kedalam kolam selama kuarang lebih lima belas menit. Kemudian baru bibit dikeluarkan pelan pelan.

Pakan

Pakan diberikan tiga hari paska penebaran bibit gurame, pakan yang diberikan adalah pakan yang mengandung protein nabati dan hewani.  Untuk mempermudahkan pembudidaya gurame tentunya pakan yang paling mudah didapatkan adalah pellet pabrikan, Kadar protein yang diberikan untuk ikan gurame paling bagus adalah berkisar dari tiga puluh sampai empat puluh persen. Yang perlu diketahui oleh pembudidaya bahwa pada budidaya ikan gurame tidak seperti ikan lele yang bisa seratus persen diberi pakan pellet pabrikan. Untuk ikan gurame antara pakan pabrikan/pellet dengan pakan alami (nabati) harus seimbang, hal itu dikarenakan untuk menjafa kualitas daging ikan gureme agar tidak lembek dan menyusut saat di masak nantinya.

Jam pemberian pakan budidaya ikan gurame harus konsisten dan teratur, diusahakan pemberian pakan setelah kolam atau air terkena sinar matahari sampai tidak terkena matahari. Yaitu berkisar jam 8 sampai jam 5 sore. Pemberian pakan lebih baik sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak tapi hanya 2 kali pemberian pakan.

Pakan nabatai ada banyak disekitar lingkungan kita yaitu dedaunan atau sayur-sayuran seperti daun singkong dan sejenisnya. Semua itu bisa kita berikan untuk santapan nabati ikan gurame yang kita budidayakan.

Pengawasan

Pengawasan wajib dilakukan oleh setiap budidaya ikan gurame, yaitu mengawasi ikan guarem dari serangan bianatang lainnya yang bersala dari luar kolam, hal itu bisa di cegah sebelumnya dengan memberikan jarring di sekeliling kolam. Pengawasan lainnya adalah pengawasan terhadap perubahan warna air, tingkah laku ikan dan penyakit – penyakit ikan. Semua harus di awasi dan diperhatikan secara maksimal agar bisa ditangani secepat mungkin apabila terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan pada budidaya ikan gurame nantinya. Budidaya ikan gurame agar cepat besar memang membutuhkan pengawasan yang cukup ekstra karena untuk berbudidaya ikan gurame tentunya dikeluarkan modal yang tidak sedikit, untuk itu semua harus kita pikirkan secara baik dan matang.

Panen

Pengangkutan gurame harus hati-hati. Yang perlu diperhatikan selama pengangkutan ikan harus segar. Pengangkutan benih sampai ukuran 5 cm masih memerlukan oksigen. Sebab, alat pernafasan tambahan (labirin) belum terbentuk sempurna.

Kepadatan benih disesuaikan dengan ukuran dan lokasi pengiriman. Untuk pengiriman jarak dekat (25 km) atau selama 1 jam, jumlah benih bisa diperbanyak.Lain hal bila lokasi tujuan realtif jauh (100 km) sebaiknya benih tidak terlalu padat.

Untuk mengurangi stres gerakan ikan diupayakan seminimal mungkin. Caranya dengan menurunkan suhu air atau memberikan obatb ius, seperti phenoxyehanol, dosis 0,15 mg/l air. Gurami dengan bobot500 – 600 gram dapat diangkut dengan kepadatan 15 ekor/10 liter air selama 6 jam.

Cara tradisional dengan wadah terbuka seperti jirigen, atau drum khusus yang diletakkan mendatar. Tinggi air mencapai 10-15 cm sehingga ikan bisa menghirup udara. Pengangkutan dapat dilakukan dengan kepadatan tinggi 1 ekor/liter air

Baca juga : Tips Super Budidaya Ikan Bawal, Panduan Lengkap Budidaya Ikan Munjair

Tips Sukses Budidaya Bebek




Permintaan terhadap daging bebek terus bertambah. Dahulu peternak bebek lebih memfokuskan pada produksi telur, sedangkan daging hanya sebagai produk samping. Daging bebek dipanen setelah masa produktifitas bertelurnya habis. Sekarang banyak ternak bebek yang berorientasi pada daging

Ternak bebek bisa dilakukan dengan metode penggembalaan atau metode kandang. Di tengah semakin sulitnya lahan penggembalaan, kini para peternak banyak yang beralih ke sistem kandang. Telah banyak peternak yang membuktikan dengan sistem kandang, budidaya bebek tetap produktif bertelur. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha ternak bebek.

Budidaya

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terdapat dua metode ternak bebek yakni metode penggembalaan dan metode kandang. Kedua metode tersebut memilik plus minusnya sendiri-sendiri. Metode penggembalaan banyak dipakai oleh para peternak tradisional, contohnya para peternak di daerah pantai utara Jawa.

Dengan sistem penggembalaan pengeluaran untuk pakan bisa lebih hemat. Bebek mencari sendiri pakan yang ada di alam, seperti tumbuh-tumbuhan, cacing dan lain sebagainya. Biasanya kualitas telur yang dihasilkan dengan sistem penggembalaan lebih baik, warna kuning telurnya sempurna. Bila diolah menjadi telur asin sangat baik.

Kandang

Tipe kandang ini berupa pekarangan yang sekelilingnya di pagari. Bebek beraktivitas seperti makan, minum, berenang dalam lingkungan tersebut. Kandang ini bersifat terbuka, namun disediakan kandang untuk berteduh. Bila malam tiba atau hujan, bebek bisa masuk untuk berteduh ke dalam kandang.

Kandang terkurung atau tipe postal. Berupa sebuah bangunan besar yang mimiliki atap dan dinding. Dinding biasanya terbuat dari kisi-kisi bambu. Bebek dibiarkan berkeliaran dalam lingkungan kandang. Dalam kandang ditempatkan berbagai fasilitas seperti tempat pakan, minum atau kalau memungkinkan kolam berenang. Dasar kandang bisa berupa tanah atau semen yang ditaburi sekam padi.

Kandang tipe baterai. Dalam kandang ini 1-2 bebek ditempatkan dalam kotak yang terpisah. Biasanya dibuat dari kisi-kisi bambu, seperti pada budidaya ayam petelur intensif. Kandang tipe baterei bisa ditempatkan di dalam atau luar ruangan. Dengan tipe kandang baterai, tidak disediakan kolam untuk berenang.




Bila lahan yang tersedia terbatas, bisa dipertimbangkan tipe kandang terkurung atau tipe baterai. Kandang tipe ini relatif tidak memerlukan lahan luas, namun biaya pembuatan kandangnya cukup besar. Kandang tipe ini cocok untuk budidaya intensif.

Untuk hasil ternak bebek yang maksimal, sebaiknya muai dengan memilih bibit yang baik. Ada tiga cara untuk mendapatkan bibit bebek, yakni:
  • Membeli telur tetas dari induk bebek yang terbukti kualitasnya. Telur ditetaskan sendiri dengan inkubator.
  • Memproduksi sendiri telur dengan mengawinkan indukan jantan dan betina. Hal ini bisa dilakukan bila kita memiliki bibit yang berkualitas, dan juga memiliki fasilitas pembibitan sendiri.

Pakan

Terdapat dua jenis pakan ternak bebek, yakni pakan alami dan pakan konsentrat (pabrikan). Pakan alami bisa berupa keong dan kepaa udang. Sedangkan pakan konsentrat dapat di beli dipabrik, atau untuk menghemat bisa diramu sendiri. sesuai filing peternak.

Baca juga :  Tips Sukses Budidaya Entok

Tips Sukses Budidaya Entok




Budidaya entok yang berkualitas unggul dapat diperoleh dari hasil persilangan induk entok jantan dengan itik betina. Persilangan antara entok jantan dan itik betina akan menghasilkan anakan entok sementara hasil persilangan antara entok betina dan itik jantan akan menghasilkan anakan itik. Karena bobot badan yang berbeda dari kedua indukan umumnya perkawinan silang diantara keduanya tak dilakukan secara langsung.

Proses perkembangbiakan dalam budidaya entok dapat dilakukan melalui inseminasi buatan atau kawin suntik. Yaitu dengan cara mengambil sel sperma dari induk entok jantan dan menyuntikkannya ke sel telur induk itik betina.

Budidaya entok dipilih karena pertumbuhannya yang cepat dan pakannya yang murah. Memang pada periode starter pakan yang diberikan sebaiknya berupa konsentrat. Tetapi pada masa pertumbuhan atau grower dan masa siap jual atau finisher pakan yang diberikan dapat berupa campuran limbah rumah tangga, limbah dan hama pertanian dan peternakan seperti dedak padi, menir, jagung giling, bungkil kelapa, gedebong pisang, sisa sayuran keong mas, kepala udang, jeroan ikan, dan lain sebagainya.

Bibit

Budidaya entok sebaiknya dipelihara terpisah di kandang khusus untuk pemeliharaan, jangan dilepas di halaman atau dibiarkan bersama entok dewasa lainnya. Anak-anak entok memerlukan suhu udara yang hangat, terlindung dari terik sinar matahari dan terlindung dari dinginnya udara dan hujan, serta lingkungan kandang harus dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman sehingga dapat membantu pertumbuhannya secara optimal. Gunakan lampu penghangat untuk menciptakan kondisi tersebut.

Pakan

Pakan terbaik untuk anak entok berusia 1 hingga 15 hari adalah berupa konsentrat dan minuman berupa air bersih yang dapat dicampur dengan vitamin. 

Kandang

Perhatikan pula kebersihan kandang budidaya entok dengan membersihkan kotoran di dalam kandang secara rutin. Kotoran yang lama di dalam kandang dapat mengeluarkan gas ammonia yang menganggu kenyamanan dan berdampak buruk bagi kesehatan entok.

Setelah anak-anak entok berusia satu bulan, bulu-bulu kuningnya mulai berganti dengan bulu-bulu putih. Pada saat tersebut, anak-anak entok ini telah dapat dilepas bermain di pekarangan dan di kolam budidaya entok. Pada saat ini walau entok telah lebih kuat namun udara dingin dapat membuat perut mereka kembung dan pencernaannya terganggu. Untuk itu pastikan perut mereka telah terisi sebelum malam hari dan jika angin bertiup kencang dan pada malam hari suhu udara menjadi lebih dingin tutup dinding kandang dengan terpal untuk menjaga kehangatan di dalam kandang.

Ketika berumur 2,5 bulan entok telah mencapai bobot 2,5 kilogram. Saat itu tubuh entok telah ditumbuhi oleh bulu berwarna putih, bulu ekor telah memanjang, dan bulu-bulu di bagian sayap mulai tumbuh. Pada periode ini entok semakin lahap menyantap pakan.

Panen




Budidaya entok telah dapat memanen entok atau menunggunya beberapa minggu lagi. Jika pelaku budidaya entok berniat mempersiapkan peliharaannya sebagai indukan maka masa pemeliharaan masih akan terus berlangsung hingga usia 6 bulan. Pelaku budidaya entok tentunya harus dapat memilah tujuan pemeliharaan ternak unggasnya sehingga memperoleh keuntungan yang maksimal.

Baca juga : Tips Sukses Budidaya Kelinci, Tips Sukses Budidaya Marmot



Tips Sukses Budidaya Marmot




Sebagaimana budidaya hewan lainnya, dalam budidaya marmot ini kita juga harus mengetahui karakter terlebih dahulu sebelum membudidayakannya. Marmot merupakan salah satu hewan pengerat, dimana masa hidup hewan ini bisa sampai 10 tahun dengan rata-rata usia antara 5-7 tahun.
Dalam budidaya marmot hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan kandang, pakan dan perawatan bulu.

Bibit

Selain mengetahui karakteristik marmot, hal lain yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit untuk budidaya marmot tersebut.

Pilihlah bibit marmot yang sehat dan terbebas dari penyakit. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik marmut tersebut seperti mata, kondisi bulu dan ukuran tubuh marmot tersebut.
Sebagai awal anda dapat memilih bibit marmot, minimal sepasang untuk bibit jantan dan tiga pasang untuk bibit betina. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan usia bibit marmot tersebut.

Persiapan

Tahap persiapan dalam budidaya marmot ini meliputi persiapan kandang, pakan dan persiapan perlengkapan. Kandang ideal bagi marmot adalah kandang dengan ukuran besar, karena hewan ini tergolong jenis hewan yang aktif bergerak.
Anda harus menyediakan minimal dua kandang, yaitu satu kandang untuk pembibitan dan satu kandang lagi untuk marmot yang dewasa.

Ukuran kandang untuk budidaya marmot ini adalah 0,5m x 0,5m. Tapi jika anda ingin meletakkan lebih dari satu marmot maka ukuran kandang harus ditambah sebesar 0,7m x 0,7m.
Jangan menggunakan kandang berupa aquarium atau menggunakan container plastic. Serta pastikan kandang tersebut memiliki ventilasi yang baik dan tidak membatasi penglihatan serta suara dari marmut tersebut. Kandang yang dianjurkan adalah kandang yang terbuat dari mesh atau dari lembaran coroplast.

Kandang

Selain kandang hal yang harus diperhatikan adalah persiapan perlengkapan. Perlengkapan utama yang dibutuhkan dalam pemeliharaan dan budidaya marmot ini adalah alas dan bedding yang di letakkan dalam kandang.
Anda dapat menggunakan serutan kayu aspen sebagai bedding, dan pastikan bedding selalu diganti secara teratur untuk menjaga kesehatan dan menghindari bau dari marmot yang kita budidaya.
Perlengkapan lain yang diperlukan dalam budidaya marmot adalah  botol air minum, rak jerami, tempat makanan, piglo atau tempat kecil untuk berlindung dan tempat tidur. Anda juga dapat memasukan perlengkapan permainan seperti kincir atau roda kedalam kandang.

Pakan

Marmot dikenal sebagai hewan yang memiliki nafsu makan yang tinggi, oleh karena itu pemberian pakan merupakan salah satu factor penting dalam budidaya marmut ini.
Anda dapat memberi makan pellet khusus marmot yang banyak dijual dipasaran. Dan juga dapat memberi makan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel, selada parsley dan tomat. Anda juga bisa memberikan asupan vitamin sebanyak 10 sampai 30 mg setiap harinya.

Perawatan 

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam budidaya marmot adalah perawatan. Perawatan paling utama adalah perawatan bulu. Anda dapat memandikan marmot dengan shampoo formula khusus.
Selain perawatan bulu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah memotong kuku dan menyisir bulu marmut secara berkala. Jangan lupa mengeluarkan marmot dari kandangnya sesekali dan membiarkan marmut bermain dilantai untuk mengurangi stress.
Pastikan ketika mengeluarkan marmot selalu dalam pengawasan anda. Anda juga dapat memberikan mainan berupa rol tisu atau bel mainan selama berada diluar kandang.

Baca juga :  Tips Sukses Budidaya Kelinci

Tips Sukses Budidaya Kelinci




Beternak kelinci memiliki beberapa keunggulan yaitu daging kelinci yang dihasilkan berkualitas tinggi dengan kadar lemak rendah, perkembangbiakannya cepat, hasil sampingnya (kulit, bulu) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, pemeliharaannya cukup mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, biaya produksi relatif murah, bisa memanfaatkan pakan hijauan dari sisa dapur atau hasil samping produk pertanian.

Meskipun demikian mudah, beternak kelinci tetap memerlukan perencanaan yang matang agar hasil yang didapatkan juga bisa lebih maksimal. Beberapa perencanaan yang perlu diperhatikan seperti pengetahuan dasar tentang hewan kelinci dan cara merawatnya, pembuatan kandang dan penyediaan semua perlengkapannya, perencanaan produksi, pemilihan bibit yang unggul, manajemen beternak serta pemasaran pascapanen.

Hal-hal yang perlu diketahui dalam beternak kelinci :

Kandang Kelinci




Kandang sebagai tempat perkembangbiakan kelinci harus di simpan pada suhu 15-20 derajat celcius (idealnya 21) dengan sirkulasi udara yang lancar dan terkena sinar matahari pagi. Ukuran kandang disesuaikan dengan skala usaha, iklim, ukuran ternak kelinci dan kemudahaan dalam pengelolaan.

Idealnya kandang berukuran 200 x 70 x 70 cm sudah cukup untuk menampung 12 ekor kelinci betina atau 10 ekor kelinci pejantan.
Beternak kelinci memiliki beberapa keunggulan yaitu daging kelinci yang dihasilkan berkualitas tinggi dengan kadar lemak rendah, perkembangbiakannya cepat, hasil sampingnya (kulit, bulu) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, pemeliharaannya cukup mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, biaya produksi relatif murah, bisa memanfaatkan pakan hijauan dari sisa dapur atau hasil samping produk pertanian.

Meskipun demikian mudah, beternak kelinci tetap memerlukan perencanaan yang matang agar hasil yang didapatkan juga bisa lebih maksimal. Beberapa perencanaan yang perlu diperhatikan seperti pengetahuan dasar tentang hewan kelinci dan cara merawatnya, pembuatan kandang dan penyediaan semua perlengkapannya, perencanaan produksi, pemilihan bibit yang unggul, manajemen beternak serta pemasaran pascapanen.

Kandang sebagai tempat perkembangbiakan kelinci harus di simpan pada suhu 15-20 derajat celcius (idealnya 21) dengan sirkulasi udara yang lancar dan terkena sinar matahari pagi. Ukuran kandang disesuaikan dengan skala usaha, iklim, ukuran ternak kelinci dan kemudahaan dalam pengelolaan.

Idealnya kandang berukuran 200 x 70 x 70 cm sudah cukup untuk menampung 12 ekor kelinci betina atau 10 ekor kelinci pejantan.

Kandang harus dibersihkan setiap hari dan selalu kering untuk menghindari timbulnya penyakit. Cara pembuatan kandang kelinci di sesuaikan dengan kebutuhan, bisa menggunakan bambu, kayu dan kawat. Silahkan baca postingan lain tentang cara membuat kandang kelinci.

Pakan

Pakan diberikan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Pagi hari diberi makanan penguat berupa butiran pelet khusus untuk kelinci, dan pada sore hari diberi pakan hijauan (rumput atau sayuran).

Makanan pokok terdiri dari macam-macam rumputan dan sayuran, diberikan dalam keadaan layu (tidak berair).
Makanan penguat terdiri dari pelet khusus untuk kelinci.
Rumputan yang tidak boleh diberikan untuk pakan kelinci : alang-alang, jelantir, rumput embun, dan dedaunan yang berbulu kasar.

Formula pakan kelinci : Ampas tahu 40%, Dedak padi 40%, Tepung jagung 9%, Tepung gaplek 10%, Mineral premik 0.5%, Arang aktif 0.5%.
#6 Cara Mengawinkan Kelinci

Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci yaitu pada waktu pagi hari maupun sore hari, biasanya pada waktu tersebut kelinci sedang dalam keadaan subur.

Penjodohan




Cara mengawinkannya dengan memasukkan kelinci pejantan ke dalam kandang betina, tunggu sampai terjadi perkawinan 2 kali, setelah itu pejantan dikembalikan ke kandang semula.
Kebuntingan bisa diketahui setelah 12-14 hari dari perkawinan dengan cara meraba perut kelinci betina, jika terasa ada bola-bola kecil berati terjadi kebuntingan.

Lamanya bunting umumnya satu bulan, ada kalanya lebih atau kurang 1–2 hari. Pada masa kebuntingan, kelinci jangan diganggu atau dipindah–pindah kandang.

Kelinci yang bunting harus diberi makanan yang lebih dari biasanya. Lima hari sebelum melahirkan sediakan peti berukuran 60 x 30 x 15 cm, dan beri alas berupa rumput kering atau guntingan kertas koran.

Biasanya kelahiran terjadi pada waktu malam hari dengan jumlah anak 3-10 ekor, idealnya 6 ekor sesuai dengan jumlah putting kelinci betina.

Panen 

Sedangkan untuk pedaging, biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama waktu penggemukan untuk mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Bila dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak ekonomis karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Apabila kita ingin menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.